Where Will I Go After I Died? Ke Mana?
Where will I go when I die? Ke mana saya akan pergi?
Tidak. No. Saya tidak takut mati. There’s nothing I regret even if there’s a lightning struck me now and takes my life away. Tidak. I am not afraid of being dead.
I am a sinner. Saya berdosa akan banyak hal and yet, I am still not afraid to die. If the one who creates me wants my life right now, saya akan dengan senang pergi. Saya tidak takut mati.
Walaupun… I don’t know where will my creature send me; apakah saya akan ke tempat yang mereka sebut surga or perhaps he’d decide I belong to hell.
Tapi saya tidak takut. Saya sering membayangkan mati. Once, when I was 9 years old, I took a knife out of my mother’s kitchen and tried to stab my stomach with it. Yes. Saya pernah mau bunuh diri ketika saya SD. Saya juga sering mencoba mendekati kematian dengan menahan nafas. Well, at that moment, I knew that suicide is against God’s will and I didn’t want to bluntly seen as someone who’s committed a suicide. Ya. Saya memang berada di antara mental seorang pengecut dan freak.
I have never tried the other ways of suicide. Saya tidak berani mencobanya. Yet, I thought about it a lot. Not the suicide, tapi kematian. Ya. Saya memang seperti tidak takut mati. Saya seperti tidak peduli ke mana saya akan pergi setelah saya mati.
Sampai hari ini. Until today.
When I realized that I’ve lost my imagination. When I realized that I’ve lost my igniter to spark again. Saya kehilangan kemampuan saya berimajinasi liar seliar Jane-nya Maya Kitajima. Saya kehilangan percik-percik kehidupan saya yang selalu membuat saya merasa hidup penuh gairah. Where have all the flowers gone? Waktu telah lama berlalu…
When I realized I started the day today with reading Marjane Satrapi’s Chicken Plump. Sudah pernah bacakah? Marjane menceritakan kisah pamannya yang meninggal akibat derita kehilangan ‘jiwa’. Jiwa paman Marjane berada di sebuah tar (tar is an Iranian traditional guitar). Tar milik paman Marjane dipatahkan oleh istrinya; the wife that he never loved since day one of their marriage. Sang paman tried to find another tar to replace his, but… no being can be another ‘soul’ like the one he lost. Semenjak itu paman Marjane memutuskan bahwa ia telah mati; mati bersama tar-nya yang telah terbelah dua.
Then I realized I ended this day with watching couple last episodes of “Glass Mask”; the unfinished story Garasu No Kamen by Suzue Miuchi. The life of Tsukikage Chigusa were told there. Bagaimana ia ditemukan, bagaimana yang menemukan dia memutuskan untuk meninggal dunia. Gantung diri. Sehabis ML. Make love till you die. Or die after you make love just like queen bee. Cerita lain soal mati. Another story of death.
Lalu aku memejamkan mata. I closed my eyes and wonder. Aku membayangkan. Ke mana aku akan pergi ketika aku mati? Where will I go? Orang-orang mendongengkan aku legenda surga dan neraka. But really, have any of them ever been there? Will I reincarnate? Akankah saya akan terlahir kembali? Menjadi Oleander perhaps? Apakah saya akan hidup setelah saya mati? Saya bisa melihat yang hidup tetapi hidup sebagai yang telah mati. Where will I go? Apakah kalau saya mati saya bisa terbang seperti di mimpi-mimpi saya? If I die, can I fly high through the sky, cross the oceans and meet him? Apakah menemuinya bisa saya lakukan jika saya mati?
Yet, what’s the use of meeting him if I am not living? Ketika saya bilang saya mati tanpa dia, apakah bertemu dia lagi akan menghidupkan saya yang telah mati? Mati for real maksudnya, bukan mati metafora. Apa yang akan saya lakukan ketika saya mati? What will I do if my body all ceasing? Where will I go? For I as a living thing, already live a destinationless life, I can’t help wonder where my destination will be if I was a non-living thing.
If I die now, I won’t regret a single thing. Tidak. Saya tidak akan menyesal jika saya mati sekarang. Walaupun saya sering merasa kesepian, walaupun saya berdosa karena telah melakukan banyak kejahatan (berdasarkan kitab keagamaan), saya tidak menyesalinya. It has been done and nothing, tidak ada, yang bisa merubahnya.
Saya tidak takut mati,
I just wonder where will I go after that.